Side Navigation

Ganda Putra India Bisa Kalahkan Juara Dunia


Turnamen Bulutangkis Thailand Terbuka 2019 berakhir Minggu lantas (4/8). Lima juara berasal dari lima trek yang berlaga di final sudah memenangkan podium. Menariknya, salah satu berasal dari lima tuan itu tidak biasa. Ketika kami memanggil Chou Tien-chen (Taiwan) dan Chen Yufei (Cina), yang memenangkan tunggal putra dan putri, itu normal. Demikian pula, Wang Yilu / Huang Dongping (Cina) berlipat ganda, apalagi seringkali mereka adalah tuan. Juli lantas mereka juga memenangkan Japan Open. Kemudian Shiho Tanaka / Koharu Yonemoto di no ganda putri. Lha Jepang sebetulnya adalah master berlangganan di sektor ini. Tetapi jikalau Anda menyebut juara ganda pria, pasangan berasal dari India, Satwiksairaj Rankireddy / Chirag Shetty, kami tentu dapat bergumam: “mengapa begitu?” Ya, dapat tersedia banyak orang yang tidak yakin bahwa ganda putra India mampu memenangkan level Tur Dunia BWF Super 500 setelah mengalahkan petenis no satu China Mr. Li Junhui / Lu Yuchen lewat permainan karet 21-19, 18-21, 21-18 sepanjang 1 jam dan 2 menit.

Tentu saja, jikalau seseorang tidak mempercayainya. Lha Wong di Thailand Open, di pile putra, adalah Marcus Gideon / Kevin Sanjaya, yang berada di posisi 1. Ada juga Li / Lu, juara dunia 2018, dan juara Asia 2018 Jepang, Hiroyuki Endo / Yuta Watanabe. Jangan lupa menggandakan senior Indonesia Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan. Sementara Rankireddy / Shetty tidak tersedia di dalam daftar delapan pemain terkemuka. Alih-alih menjadi superior, mereka kerap lebih “pemandu sorak” di sebagian turnamen. Sangat sukar bagi mereka untuk raih babak penting. Namun, kisah di Thailand Terbuka pada 2019 benar-benar berbeda. Dengan kutipan berasal dari Paulo Coelho di dalam Alchemist, alam semesta tampaknya menolong ganda pria India untuk menjadi tuan. Jika alam semesta sudah mendukung, siapa yang mampu menghindar mereka menang.

Dukungan universal adalah di dalam wujud pemecatan mengejutkan berasal dari berbagai pemain terkemuka. Di bawah Hendra / Ahsan di babak pertama sebetulnya mampu tersedia lawan Rankireddy / Shetty di semifinal. Demikian pula, Marcus / Kevin jatuh di perempat final, yang di final mampu menjadi lawan ganda India. Sekadar informasi, dobel berasal dari India ini tidak dulu mengalahkan Marcus / Kevin di babak penting. Juara bukanlah suatu kebetulan, mampu mengalahkan dua juara dunia
Tetapi menyatakan kesuksesan Rankireddy / Shetty sebagai juara di Thailand Open 2019 sebatas sebuah kebetulan. Jika Anda lihat siapa yang mengalahkan mereka di dalam perjalanan ke final, mereka benar-benar layak tampil di babak atas.

Di babak kedua, pasangan 18 tahun (Rankireddy) dan 22 tahun (Shetty) memenangkan kemenangan memastikan atas pria Indonesia, Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto. Para finalis Asian Games 2018 ditangkap dengan skor 17-21, 19-21. Pada sementara itu, warga sudah menggertak Fajar / Rian dengan mengatakan, “bagaimana bisa saja mereka mampu kehilangan dobel pria India”. Saat itu, Rankireddy / Shetty bermain lebih baik daripada Fajri, sehingga mereka pantas menang. Di perempat final, Rankireddy / Shetty menyingkirkan ganda putra Korea, Choi Sol-gyu / Seo Seung-jae, lewat permainan karet. Kemudian tersedia tantangan yang sukar di semi final saat mereka bersua ganda pria Korea Ko-Sung-hyun / Shin Baek-cheol, yang merupakan juara dunia pada tahun 2014 dan kejuaraan tahun ini di Australia Terbuka dan AS Terbuka. Bagaimanapun, mereka mampu mengoptimalkan kekuatan tahan berlebih di dalam tiga pertandingan, 22-20, 22-24, 21-9.

Dan di final, Rankireddy / Shetty bersua Li / Liu, yang secara alami menjadi favorit. Juara dunia 2018 raih final setelah mengalahkan ganda Jepang, Yuta Watanabe / Hiroyuki Endo 21-13, 22-20 sebelumnya. Sebelumnya ganda Jepang inilah yang mengalahkan Marcus / Kevin di perempat final. Hasilnya, ganda India ini tunjukkan permainan yang cerdas. Mereka enggan bermain lobi, yang secara alami menjadi makanan lezat bagi Li / Liu dengan posisi tinggi sebagai menara. Rankireddy / Shetty lebih memilih gim drive dan gim yang tampaknya mengikuti cara Marcus / Kevin bermain. Strategi terjadi secara optimal gara-gara di dukung oleh status baterai penuh mereka. Akhirnya mereka menang 21-19, 18-21, 21-18. Dengan kesuksesan ini, Rankireddy / Shetty menjadi pemenang ganda pria pertama di turnamen World Tour Super 500 BWF. Di level Super Series, gelar ini mengakhiri “kekeringan panjang” ganda putra India, yang tidak bisa saja dimenangkan sejak 2007.

You May Also Like

Comments

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>