Side Navigation

Kencangnya Manuver Sriwijaya FC Menghadapi Liga 1


Sriwijaya FC menunjukkan keseriusan mereka dengan menonton Liga Indonesia 1. 2018. Klub, yang dijuluki “Laskar Wong Kito” mungkin adalah tim paling aktif yang mengkonsolidasikan kekuatan untuk kompetisi musim depan, setelah membuat kesepakatan dengan Rahmad Darmawan, yang diproyeksikan sebagai pelatih kepala. . Penunjukan Rahmad Darmawan sebagai arsitek baru Sriwijaya FC tentu bukan tanpa alasan. Pelatih, yang dikenal akrab sebagai RD, memiliki rekam jejak yang menawan, terutama dengan “Laskar Wong Kito”. Taktik yang pernah memimpin Persipura Jayapura untuk memenangkan gelar liga Indonesia di musim 2005 bisa dibilang salah satu pemain kunci yang menjelma Sriwijaya FC sebagai tim yang disegani di kompetisi sepakbola utama Indonesia. Bersama dengan RD, Sriwijaya FC berhasil memenangkan kejuaraan nasional Indonesia di musim 2007/2008 dan menjadi penguasa Copa Indonesia selama tiga musim berturut-turut di musim 2007/2008, 2008/2009 dan 2009/2010.

Musim lalu, di liga Indonesia 1 2017, hasil Sriwijaya FC agak menyedihkan. Pada akhir kompetisi mereka hanya berhasil mencapai tempat ke-11, sebuah fakta menyedihkan yang harus ditelan oleh tim di Stadion Gelora Jaka Baring. Selain itu, beberapa masalah juga diangkat, termasuk pergantian pelatih, yang dilakukan dua kali. Sebelum bersiap untuk Liga 1 2017, pemimpin Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro secara mengejutkan dikeluarkan dari kursi kepelatihan. Posisi Widodo digantikan oleh Osvaldo Lesa, tetapi pelatih Brasil itu tidak berhasil meningkatkan kinerja Sriwijaya FC, yang selalu berjuang di tengah papan sejak awal musim. Menjelang akhir putaran pertama Liga 1, Lesa ditendang keluar dan digantikan oleh Hartono Ruslan, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih.

Kehadiran RD tidak dapat menjamin bahwa Sriwijaya akan berhasil lagi dalam kompetisi musim depan. Tapi harapannya adalah menuju arah yang lebih baik daripada musim lalu, peluangnya terbuka lebar, terutama jika Anda melihat rekam jejak mantan pelatih Persikota Tangerang Selatan di Sriwijaya FC pertengahan 2007 hingga 2010. Jadi tidak ada salahnya dalam harapan itu di tangan RD, “Laskar Wong Kito” mengamuk lagi di liga musim depan. “Tentu saja saya berharap atas restu dan dukungan para pendukung dari Sriwijaya FC dan seluruh masyarakat Palembang sehingga kami berdua bisa menjadi lebih baik musim depan,” kata RD dalam rilis video yang diunggah di Sriwjaya FC Official Instragram.

Manuver Sriwijaya FC tidak berhenti merekrut RD sebagai pelatih. Setelah penunjukan RD, Sriwijaya FC tidak ragu untuk membuang waktu mereka, mereka segera mulai mencari pemain baru yang diharapkan dapat memperkuat kinerja mereka. Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex mengumumkan bahwa Laskar Wong Kito telah berhasil merekrut lima pemain baru. Melalui akun Twitter-nya, Dodi telah mengumumkan bahwa empat pemain baru Sriwijaya FC untuk musim depan adalah dua mantan pemain Arema FC, Esteban Vizcara dan Adam Alis. Kemudian tiga nama lainnya adalah Alfin Tuasalamony (Bhayangkara FC), Yogi Rahadian (Mitra Kukar) dan Makan Konate (Tim Trengganu FC). Melihat kelima pemain baru yang dibawa, sepertinya Sriwijaya FC ingin mengkonsolidasikan kekuatannya, terutama di lini tengah dan depan. Dari lima nama yang diumumkan sebagai pemain baru “Laskar Wong Kito”, hanya Alfin Tuasalamony yang menjadi pemain bertahan. Sedangkan sisanya adalah pemain depan dan tengah.

Kehadiran Vizcara dapat membuat serangan Sriwijaya FC lebih mematikan, terutama dari sektor sayap. Pemain Argentina itu berada di posisi kedua musim lalu di tim Arema dengan tujuh gol. Catatan Vizcara hanya membantah dua gol dari Cristian Gozales sebagai pencetak gol terbanyak Singo Edan. Meski ia sering beroperasi dari sayap kiri, Vizcara sebenarnya juga pandai bermain sebagai gelandang serang. Catatan statistik untuk mantan pemain Semen Padang musim lalu juga cukup bagus dalam hal distribusi bola di masa depan. atau Adam Alis (74 persen).

Di luar Vizcara, sosok Makan Konate bisa dibilang salah satu pembelian utama yang diharapkan membawa perubahan, terutama untuk pertandingan Sriwijaya FC musim depan. Selama dua tahun terakhir, Konate telah menghabiskan sebagian besar karirnya di liga Malaysia. Meskipun demikian, Konate masih dipandang sebagai salah satu gelandang asing terbaik yang telah berpartisipasi di Indonesia. Karier Konate terangkat dengan Persib Bandung. Di klub berjuluk Maung Bandung, Konate ditransformasikan menjadi semangat permainan lini tengah Persib. Pemain Mali menjadi salah satu tokoh kunci dalam kesuksesan Persib dalam memenangkan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2014.

You May Also Like

Comments

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>