Side Navigation

PP Perbasi Merancang Pemusatan Latihan Nasional


PP Perbasi telah merancang kamp untuk tempat pelatihan nasional jangka panjang yang diperumtukkan tim bola basket nasional. Program ini tentu saja dirancang untuk mempercepat kualitas tim nasional supaya lolos ke Piala Dunia 2023 (Piala Dunia FIBA). Program ini bukan lelucon. Pemain berusia lebih kurang 3-4 th. merintis pelatihan nasional. Bahkan, tim nasional bakal tampil di IBL (Liga Bola Basket Indonesia) untuk tetap kompetitif. Hanya konsep yang langsung membuat perdebatan. Program pelatihan nasional bahkan belum di mulai dan sementara ini tetap didalam proses seleksi. Jakarta Stapac menyatakan penolakan paling besar pada program tersebut. Mereka bahkan menentukan untuk mengundurkan diri dari musim IBL 2019/20 gara-gara lima pemain kunci dipanggil seleksi. Akibatnya, juara IBL 2018/19 punya persediaan pemain minimal. Mereka terhitung belum mendapatkan penggantinya. Polemik itu langsung dijawab oleh manajer tim bola basket nasional, Maulana Fareza Tamrella. Dia menjelaskan keputusan Stapac terlalu cepat.

“Tim nasional berencana bermain di liga pada bulan Oktober. Saat ini tetap jadi pilihan pemain. Dari 30 sampai 18 dan 14 pemain terakhir yang tersisa. Nah, 14 pemain bakal bermain di liga dan SEA Games. Intinya adalah bahwa Stapac wajib bijaksana untuk menunggu sampai seleksi berakhir. Kemudian kami menyaksikan berapa banyak pemain mereka sudah bergabung bersama tim nasional, “kata Fareza. Menurut Fareza, Stapac tidak boleh menyita keputusan yang terhapus. Karena klub tetap punya sementara untuk mempersiapkan IBL 2019/20 sehabis keputusan dibikin pada penentuan pemain tim nasional. “Akhir bulan ini, dari 30 pemain yang disebutkan, mereka bakal dikurangi jadi 18. Kemudian kami bakal mempunyai 18 pemain ini ke pelatihan nasional di Taiwan. Kemudian berjalan sampai 14 Oktober. Itu adalah seleksi terakhir dan 14 pemain mendapat “Pelatihan nasional jangka panjang. Kompetisi di mulai pada Januari. Itu berarti ada tiga bulan persiapan untuk klub,” kata Fareza.

Selain itu, Fareza menjelaskan bahwa catatan pelatihan nasional tetap mampu diubah didalam jangka panjang. Jadwal pelatihan nasional asli diikuti sepanjang maksimal dua tahun, baik di kompetisi maupun di turnamen lainnya. Promosi dan degradasi diberlakukan. “Tim nasional tidak mampu mengunci para pemain, itu saja. Peluang terus terbuka. “Tentu saja ada pemain yang berkembang dan jatuh nanti,” katanya. Polemik baru yang menonjol bersama kedatangan program pelatihan nasional lama adalah gaji pemain. Fareza tetap memperdebatkan upah pemain yang kemudian memulai pelatihan nasional. Ada banyak kemungkinan. Pemain dibayar oleh klub and suplemen dari tim nasional. Atau, kalau klub keberatan, gaji tim nasional bakal dibebankan. Masalah penggajian derivatif adalah siapa yang membayar. Sejauh ini, PP Perbasi belum terima dukungan dari pemerintah. “Tidak ada nota kesepahaman bersama pemerintah. Dana sekarang berasal dari PP Perbasi, swasta dan swasta. Tidak ada rupiah pemerintah yang diterima, “kata Fareza.

Bola basket memang bukan prioritas pembiayaan, terutama untuk pertandingan SEA 2019. Bola basket terhitung didalam grup empat didalam prioritas penerima anggaran. Dengan kata lain, kuantitas yang diberikan tidak bakal melebihi $ 7 miliar. Rp. Meskipun ini bukan prioritas, PP Perbasi tetap merebut bola untuk terima hak. Sayangnya, usaha mereka belum menghasilkan hasil positif. “Pemerintah punya hak untuk merespons. Kami sering bertanya. Tapi ya, ada alasannya. Ada kemungkinan dana belum siap. Sudah tiga bulan untuk SEA Games. Sayang sekali tanpa kejelasan ini. Lebih baik mendengar dari awal bahwa mereka terima duwit atau tidak, “Fareza menjelaskan.” Atau apa pun itu, tentu berarti bagi para pemain. Kita mampu mendapatkan yang lain. Sekarang belum ada hitam dan putih, “kata Fareza.

You May Also Like

Comments

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>